8 Rekomendasi Sekolah Inklusi di Kawasan Jabodetabek

8 Rekomendasi Sekolah Inklusi di Kawasan Jabodetabek

8 Rekomendasi Sekolah Inklusi di Kawasan Jabodetabek – Inklusi adalah pendekatan yang digunakan untuk membangun lingkungan terbuka bagi siapa gates of olympus saja dengan latar belakang yang berbeda. Latar belakang ini meliputi karakter, kepribadian, kondisi fisik, status, suku, budaya, dan keberagaman lainnya. Selain itu, kata inklusif berasal dari bahasa Inggris yaitu, Inclusion yang artinya mengajak masuk atau mengikutsertakan. Jika dari KBBI, inklusi termasuk dan teritung. Artinya, inklusif adalah upaya untuk menerima dan berinteraksi dengan orang dengan latar yang berbeda.

Jadi, dengan adanya sekolah inklusi, diharapkan rasa toleransi antarsesama lebih dipraktekan, nih Moms. Sebagai informasi, sekolah ini mulanya dicetuskan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kemudian dikumandangkanlah oleh banyak negara termasuk Indonesia. Dengan adanya sekolah ini, diharuskan ramah untuk semua orang tanpa terkecuali. Jika Moms ingin menyekolahkan Si Kecil di sekolah inklusi, maka tak perlu khawatir karena ada banyak pilihan di daerah Jabodetabek.

Rekomendasi Sekolah Inklusi di Kawasan Jabodetabek

Semut-Semut The Natural School

Untuk rekomendasi sekolah inklusi selanjutnya adalah Semut-semut The Natural School. Sekolah ini memiliki jenjang Mahjong Ways 3 pendidikan mulai dari playgroup, TK, SD, hingga SMP. Tak jauh berbeda dengan sekolah inklusi lainnya, pihak sekolah hanya menerima 1-2 anak berkebutuhan khusus per kelasnya. Alamat: Jalan Industri Kapal Dalam No.25 A, Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16451

Sekolah Aluna

Sekolah Aluna adalah salah satu sekolah inklusi yang menetapkan metode pembelajaran montessori. Di sekolah ini, hanya akan menerima satu orang anak berkebutuhan khusus di masing-masing kelas. Dengan begitu, guru pendamping akan lebih fokus dalam mengurus anak berkebutuhan khusus per kelasnya. Alamat: Jalan Kebagusan Dalam 4 No 34A, Pasar Minggu, RT.7/RW.4, Kebagusan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520

Dilaraf Islamic School

Untuk sekolah inklusi lainnya yang merupakan sekolah Islami ada Dilaraf Islamic School. Sekolah ini memberikan pembelajaran yang bersamaan antara anak berkebutuhan khusus dan anak reguler. Meski berdampingan, akan ada guru pembimbing khusus yang diperuntukkan untuk anak berkebutuhan khusus. Alamat: Jalan Bumi Mas Raya No. 17, RT 001/RW 03, Cikokol, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15117

Natural School Bintaro

Natural School Bintaro adalah sekolah alam yang bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak reguler untuk berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus. Kuota untuk siswanya tidak banyak, terutama untuk anak berkebutuhan khusus. Jadi, ketika tahun ajaran baru, sebaiknya Moms harus segera mendaftarkan sang buah hati jika ingin menyekolahkannya di sana. Alamat: Jalan Pondok Pucung Raya No. 88, Bintaro Sektor IX, Pondok Jaya, Pondok Aren, Pd. Pucung, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229

Sekolah Alam Bekasi

Sekolah inklusi yang terakhir adalah Sekolah Alam Bekasi. Sekolah ini diperuntukkan untuk pra sekolah (TK), SD, dan SMP. Mengusung metode pembelajaran yang memanfaatkan alam, anak berkebutuhan khusus akan belajar berdampingan dengan anak reguler. Alamat: Jalan Raya Hankam No.99, Jatiranggon, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17131

National School Plus Tunas Global

National School Plus Tunas Global atau Sekolah Tunas Global Depok adalah sekolah inklusi yang tidak hanya mengajarkan tentang pelajaran akademik. Di sini juga memberikan pembelajaran tentang tata krama, sopan santun, welas asih, dan lain sebagainya. Sekolah inklusi ini diperuntukkan untuk pendidikan TK, SD, dan SMP. Alamat: Jalan Nusa Indah No.15, Depok, Pancoran MAS, Kota Depok, Jawa Barat 16431

Saraswati Learning Center (SLC)

Saraswati Learning Center adalah sekolah inklusi yang diperuntukkan bagi anak yang berusia 1-18 tahun. Dibuka tahun 2016, sekolah ini juga memiliki terapis yang diperuntukkan untuk anak berkebutuhan khusus. Dengan adanya terapis dan juga pengajar yang mendampingi, maka Moms tak perlu khawatir akan kegiatan belajar anak di sekolah. Alamat: Jalan Cempaka Putih Tengah XVII No.Blok F/19, RT.1/RW.5, Cemp. Putih Tim., Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10510

Sekolah Citra Alam

Sekolah Citra Alam merupakan sekolah inklusi lainnya yang berada di area Jakarta yang menerima anak berkebutuhan khusus dengan kuota terbatas. Pihak sekolah sengaja membatasi penerimaan anak berkebutuhan khusus dikarenakan dalam satu kelas hanya akan ada 1-2 murid berkebutuhan khusus. Dengan begitu, anak bisa mendapatkan perhatian khusus dari guru pendamping. Alamat: Jalan Damai 2 No.54, RT.8/RW.2, Ciganjur, Jagakarsa, RT.9/RW.2, Ciganjur, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630

Menentukan Lingkungan Sekolah untuk Anak Autisme

Beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan bagi Moms untuk menentukan lingkungan sekolah yang baik bagi Si Kecil dengan autisme yaitu sebagai berikut:

  • Cari lingkungan sekolah yang kondusif.
  • Pilih sekolah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah sehingga bisa menghemat waktu, biaya transportasi, dan tenaga.
  • Pilih kurikulum yang sesuai kebutuhan anak.
  • Pilih bahasa pengantar yang dapat dipahami anak.
  • Perhatikan rasio jumlah murid per kelas. Sebaiknya, satu kelas memiliki 2 guru dengan jumlah anak maksimal 15 orang.
  • Pilih sekolah dengan biaya yang sesuai dengan kemampuan orang tua karena pendidikan merupakan program jangka panjang.
  • Lakukan survei dan observasi terlebih dahulu, pada saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.
  • Cari informasi tidak hanya dengan pengelola sekolah, tapi juga dari orang tua murid yang anaknya sudah bersekolah di sana.

Sekolah: Tempat Dimana Kreativitas Ditekan dan Impian Dipasung

Tempat Dimana Kreativitas Ditekan

Tempat Dimana Kreativitas Ditekan – Sekolah. Sebuah kata yang seharusnya penuh dengan harapan dan kesempatan. Namun, kenyataannya sering kali berbeda. Tempat yang seharusnya menjadi ladang tumbuhnya kreativitas dan inovasi, justru sering kali berubah menjadi arena pengekangan. Di balik dinding-dinding ruang kelas yang penuh dengan papan tulis dan kursi yang rapi, ada sebuah kenyataan pahit yang tidak banyak disadari: sistem pendidikan kita lebih banyak memadamkan semangat daripada membangkitkannya.

Ritual yang Menghancurkan Jiwa

Apakah kamu masih ingat pertama kali merasa jenuh dan bosan di dalam kelas? Di slot mahjong, kita di ajarkan untuk menyesuaikan diri dengan sistem yang ada. Terbiasa dengan rutinitas yang membosankan: bangun pagi, masuk kelas, mendengarkan pelajaran yang seakan-akan tidak ada habisnya, lalu pulang dengan beban tugas yang tak kunjung selesai. Setiap hari terasa seperti hari yang sama. Tiap ujian menjadi momok yang menakutkan, bukan karena kualitasnya, tetapi karena standar yang ada di paksakan begitu saja tanpa memperhitungkan kecerdasan dan minat siswa yang beragam.

Sekolah: Bukan Tempat untuk Bermimpi, Tapi untuk Bertahan Hidup

Jika kamu berpikir sekolah adalah tempat yang ideal untuk mengembangkan potensi diri, kamu salah besar. Sebaliknya, sekolah sering kali menjadi tempat di mana impian-impian besar kita di pangkas habis. Di mana kreativitas dikekang, dan bahkan keberanian untuk berbeda di anggap sebagai sebuah kesalahan. Semua hal yang menyimpang dari “normal” atau “standar” akan di hakimi dan di jauhi. Padahal, kita tahu betul bahwa dunia ini membutuhkan pemikir-pemikir kreatif yang tidak takut untuk melawan arus, bukan sekedar individu yang patuh mengikuti aturan.

Ujian: Alat Pembuktian yang Penuh Kecurangan

Ujian, seolah-olah menjadi segalanya dalam sistem pendidikan ini. Nilai adalah segalanya. Sekolah mengukur kecerdasan dengan cara yang sangat sempit, yaitu lewat angka-angka yang tercatat pada rapor. Apakah benar, bahwa seseorang yang bisa mendapatkan nilai bagus dalam ujian, adalah orang yang paling cerdas? Tentu saja tidak. Namun sistem ini tidak peduli. Semua harus sesuai dengan norma yang sudah ada. Ujian bukan lagi alat untuk mengukur pemahaman atau kemampuan berpikir kritis, melainkan hanya cara untuk menghukum mereka yang tidak sesuai dengan standar.

Guru: Pahlawan yang Terjebak dalam Rutinitas

Di tengah kekacauan ini, guru sering kali menjadi pihak yang paling tertekan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang terperangkap dalam sebuah sistem yang tidak memberi ruang bagi mereka untuk berkreasi. Mereka juga harus mengikuti kurikulum yang kaku, membatasi ruang gerak mereka dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih relevan dan menyenangkan. Seakan-akan, menjadi guru bukan lagi tentang mendidik, melainkan sekadar menuntaskan materi yang harus di penuhi. Keterbatasan ini membatasi potensi mereka untuk benar-benar menyentuh hati dan pikiran siswa.

Sekolah dan Masa Depan yang Terbengkalai

Sekolah seharusnya menjadi tempat yang mempersiapkan generasi masa depan untuk menghadapi dunia yang penuh tantangan. Namun, apakah kita benar-benar di ajarkan untuk siap menghadapi dunia yang nyata? Atau kita hanya di latih untuk mengikuti aturan yang sudah ada? Dunia kini berubah dengan sangat cepat, tetapi sayangnya, sistem pendidikan kita masih terperangkap dalam pola lama yang usang. Yang di butuhkan bukan sekadar siswa yang dapat mengikuti ujian dengan sempurna, tetapi individu yang memiliki keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan untuk beradaptasi.

Sekolah harus berubah. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh menjadi individu yang hanya tahu bagaimana mengikuti aturan, tetapi tidak tahu bagaimana untuk memecahkan masalah yang ada di depan mereka. Mereka harus di ajarkan untuk berpikir, bukan hanya untuk menghafal. Saat itulah, barulah kita bisa melihat potensi mereka yang sebenarnya.